Daily Archives: 04/21/2022

Penghargaan OASE-KIM untuk 10 Perempuan Kaltim pada Peringatan Hari Kartini 2022

Category : Uncategorized

 

Samarinda – Peringatan Hari Kartini tahun 2022 ini terasa lebih spesial bagi Kalimantan Timur, hal ini ditandai dengan penyerahan penghargaan dari Organisasi  Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) kepada 10 Perempuan di Provinsi Kalimantan Timur dari 514 penerima yang telah berjasa dan berprestasi dibidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Lingkungan Hidup dan Pertanian pada Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

 

Dengan rincian bidang Bidang Lingkungan Hidup 99 orang berasal dari 81 Kabupaten dan 18 Kota, Bidang Kesehatan 99 orang berasal dari 78 Kabupaten dan 21 kota, bidang Pendidik 115 orang berasal dari  96 kabupaten dan 19 Kota,  Bidang Pertanian 99 orang berasal dari 77 Kabupaten dan 22 Kota, dan Bidang Sosial 102 orang dari 84 Kabupaten dan 18 kota.

 

“Untuk Kalimantan Timur sendiri, dari sepuluh penerima penghargaan dua diantaranya adalah penerima penghargaan di bidang lingkungan hidup yang diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Prov. Kaltim HM Agus Hari Kesuma Mewakili Gubernur Kaltim ” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi kalimantan Timur E.A. Rafiddin Rizal melalui sambungan telepon.

 

Diketahui, 2 penerima penghargaan di bidang lingkungan hidup tersebut adalah Dapiah dari Kabupaten Paser dan Siti Rukuyah dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

 

Daipah merupakan seorang Ibu rumah tangga yang asli berasal dari Desa Muara Adang Kecamatan Long Ikis, yang memiliki ketertarikan dengan keindahan lingkungan dan pemanfaatan sumberdaya alam serta melestarikan mangrove di desa muara adang bersama dengan suami dan kelompok Tani Muara Adang Indah.

 

Bersama suami dan kelompok Tani Muara Adan Indah, beliau melakukan rehabilitasi mangrove di kanan – kiri Sungai serta anak Sungai disekitar Desa Muara Adang dengan Luas + 134 Ha untuk membuat Pembibitan dan melaksanakan Penanaman Bakau sebanyak + 491.600 Bibit yang mengandalkan habitat Tanaman bakau sebagai tempat mencari ikan, udang dan kepiting agar tidak mengalami penurunan dan terpeliharanya pohon mangrove (dengan cara penyulaman tanam).

 

“Dengan usaha yang belialakukan bersama dengan Kelompok Tani tersebut, kondisi mangrove dan biota laut di sekitar Muara Adang membaik, terciptanya lingkungan yang hijau, mencegah pendangkalan sungai hingga berkurangnya dampak abrasi laut serta mengurangi dampak pemanasan global” ujar Rizal.

 

Dengan semangat juang serupa, Siti Rukiyah yang merupakan pendiri dari Kelompok Usaha Wanita (KUW) Bina Bersama sehari-hari merupakan seorang ibu rumah tangga, warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tinggal di kawasan pesisir, tepatnya di Jalan Poros Tanjung Jumlai, RT 01, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.

 

 

Siti Rukiyah sadar bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab semua orang, termasuk dirinya yang memulai gerakan peduli terhadap lingkungan. Agar dapat menahan air laut naik daratan, hal pertama yang dilakukan Siti Rukiyah yakni melakukan penanaman kembali (Reboisasi) pohon Mangrove (Rhizophora).

 

“Bermula dari penanaman satu bibit pohon, kini kawasan tempat tinggal beliau menjadi salah satu hutan Mangrove terbesar di Kalimantan Timur, dengan luasan mencapai 50 Ha yang telah ditumbuhi pohon Mangrove sebanyak 991.540, dengan telah ditumbuhi pohon Mangrove di kawasan tersebut, abrasi dapat semakin dikendalikan. Bahkan, naiknya air laut ke daratan, terutama ke permukiman warga semakin berkurang” papar Rizal.

 

Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua penerima penghargaan tersebut.

 

“Ibu Siti dan Ibu Daipah merupakan tokoh luar biasa yang patut menjadi contoh kepada kita semua dan juga anugerah bagi Kalimantan Timur, kepedulian dan pengorbanan mereka dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup luar biasa, untuk itu saya mewakili Pemerintah Provinsi kalimantan Timur dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya atas upaya yang dilakukan selama ini, semoga hal ini menjadi pemacu semangat kita semua dalam menjada dan melestarikan lingkungan hidup kita tercinta” pungkas Rizal.

 

(PPID DLH Prov. Kaltim)


Validasi Dokumen KLHS RDTR WP Tanjung Redeb Barat

Category : Uncategorized

 

Samarinda – Dilaksanakan secara daring dan luring, menindaklanjuti surat permohonan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau perihal Permohonan Persetujuan Dokumen Wilayah Perkotaan Tanjung Redeb Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan Fahmi Himawan melaksanakan kegiatan Validasi Dokumen KLHS RDTR WP Tanjung Redeb Barat.

 

Dipaparkan pada rapat, dokumen KLHS ini telah dimohonkan melalui aplikasi SPARKLING Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 12 April 2022 dan telah melengkapi persyaratan adminstrasi hingga penetapan jadwal pembahasan validasi pada tanggal 13 April 2022..

 

Mengacu pada ketentuan pasal 15 Undang-Undang No. 32/2009 bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melaksanakan KLHS dalam penyusunan atau evaluasi RTRW beserta rencana rinci, RPJP, RPJM dan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko lingkungan hidup, kemudian pasal 19 Undang-Undang No. 32/2009 bahwa setiap perencanaan tata ruang wilayah wajib didasarkan pada KLHS.

 

Serta PP No 46 tahun 2016 dan PermenLHK Nomor P.69./MENLHK/ SETJEN/KUM.I/12/2017 , maka untuk dokumen KLHS yang telah dilakukan penjaminan kualitas secara mandiri harus dilakukan validasi. Validasi dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Prov.Kaltim sesuai SK Gubernur Kaltim No. 660.2/K.541/2021 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pelayanan Bidang Lingkungan Hidup Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov.Kaltim.

 

Pada kesempatan ini dipaparkan pula bahwa Tim Pokja KLHS RDTR  OSS WP Tanjung Redeb Barat  telah mengidentifikasi isu berupa 19 Isu PB yang dilakukan penapisan menghasilkan 6 Isu PB Strategis, hingga menjadi 6 prioritas yaitu;

 

  • Perlindungan dan pengembalian fungsi sempadan sungai
  • Penanganan sedimentasi dan pencegahan banjir
  • Alih fungsi lahan pertanian
  • Optimalisasi potensi ekonomi dan pariwisata wilayah
  • Pengembangan bandar udara Kalimarau untuk mendukung KSPN dan IKN, serta
  • Penurunan kualitas dan mutu air sungai permukaan KRP Prioritas yang direkomendasikan

 

(PPID DLH Prov. Kaltim)