Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan, termasuk pada sektor pelayanan kesehatan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembahasan Penilaian Substansi Dokumen Standar Teknis Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan RSJD Atma Husada yang dilaksanakan di Ruang Rapat Properlink Lt. 3 Kantor DLH Provinsi Kaltim mulai pukul 09.00 WITA. (26/05/26)

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Provinsi Kalimantan Timur, Doni Fahroni, S.Hut., M.Si. selaku mewakili Kepala DLH Provinsi Kalimantan Timur beserta tim, dan didampingi oleh Muhamad Wahyudin, S.T., M.Ling. selaku Pejabat Pengendali Dampak Lingkungan (Pedal) Ahli Madya. Turut hadir tim teknis DLH serta pihak RSJD Atma Husada untuk memaparkan dokumen teknis dan sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan.

Dalam arahannya, Doni Fahroni menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar teknis lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Pengelolaan air limbah rumah sakit harus benar-benar diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dalam pembahasan tersebut, tim DLH melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap dokumen standar teknis yang diajukan, mulai dari sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kualitas air hasil olahan, titik pembuangan, hingga metode pemantauan kualitas air secara berkala. Pembahasan dilakukan secara detail guna memastikan seluruh proses pengelolaan telah memenuhi ketentuan dan baku mutu lingkungan yang berlaku.

Pengelolaan air limbah rumah sakit menjadi perhatian penting karena limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik khusus dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap sistem pengolahan limbah cair fasilitas kesehatan harus dilakukan secara ketat demi menjaga kualitas badan air permukaan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, DLH Provinsi Kalimantan Timur berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat terus meningkatkan pengelolaan lingkungan secara optimal serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas operasionalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *