Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Program Pengelolaan Ekosistem Karst pada Senin di Ruang Adipura Lantai 1 Kantor DLH Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan tatap muka dan daring, sehingga mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai wilayah. Samarinda –(15/6/2026).
FGD ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program pengelolaan ekosistem karst yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, pemerhati lingkungan, serta berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap perlindungan dan pemanfaatan kawasan karst serta keanekaragaman hayati.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Ir. H. Joko Istanto, S.P., M.Si, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kawasan karst merupakan salah satu bentang alam yang memiliki fungsi ekologis sangat penting. Selain menjadi penyimpan cadangan air alami, kawasan karst juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna yang bernilai konservasi tinggi serta berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Menurutnya, pengelolaan ekosistem karst tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan sumber daya alam dapat berjalan seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan.
“Karst merupakan aset ekologis yang harus kita jaga bersama. Melalui forum ini kita ingin menghimpun berbagai pandangan, masukan, dan pengalaman dari seluruh pihak sehingga program yang disusun benar-benar mampu menjawab tantangan pengelolaan karst di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Provinsi Kalimantan Timur, M. Chamidin, S.Hut., M.Si. Dalam paparannya, ia menjelaskan kondisi eksisting kawasan karst di Kalimantan Timur, berbagai tantangan pengelolaan yang dihadapi, serta pentingnya penyusunan program yang terintegrasi antara aspek perlindungan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa kawasan karst memiliki karakteristik unik yang menjadikannya salah satu ekosistem penting dalam mendukung ketahanan air, menjaga fungsi ekologis wilayah, serta menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik dan langka.
Materi berikutnya disampaikan oleh Bambang Nooryanto dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLH/BPLH. Dalam paparannya, Bambang menjelaskan kebijakan nasional terkait konservasi keanekaragaman hayati pada kawasan karst serta berbagai praktik pengelolaan yang telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain Peserta dihadiri pula oleh Kepala dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur Bapak Aji Wijaya Effendi Menurutnya, keberhasilan pengelolaan ekosistem karst sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar upaya konservasi dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari Narasumber, Salah satunya Bapak Arief dari YKAN yang memaparkan langsung tentang apa saja Keanekaragman hayatai yang ada di wilayah Sangkulirang, beliau menjelaskan banyaknya primate dan hewan langka yang sangat perlu keprihatinan kita karena banyaknya potensi yang belum terungkap terkait flora dan fauna, serta tentang pengalaman yang terjadi akibat kebakaran hutan yang pernah terjadi di hutan sangkulirang dan mulai dari perlunya penguatan data dan inventarisasi keanekaragaman hayati, peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan, penguatan regulasi, hingga pengembangan program edukasi dan konservasi berbasis masyarakat.
Melalui FGD ini, DLH Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat memperoleh masukan yang komprehensif sebagai dasar penyusunan Program Pengelolaan Ekosistem Karst yang adaptif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan perlindungan lingkungan hidup di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kawasan karst sebagai bagian penting dari kekayaan alam Kalimantan Timur yang harus diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi tetap lestari dan berfungsi optimal bagi kehidupan.
Leave a Reply