“Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”

“Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”

Category : Uncategorized

 

SAMARINDA – “Itulah tema yang diusung pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2022 ini” Ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur E.A. Rafiddin Rizal ditemui di ruang kerjanya (21/02).

 

Tema tersebut diungkapkan beliau sejurus  dengan dikeluarkannya Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SE.1/MENLHK/PSLB3/PLB.0/1/2022 Tentang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2022.

 

Diungkapakan pula oleh belau, bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengelola lingkungan hidup di provisi Kalimantan Timur telah melaksanakan beberapa kegiatan terkait.

 

“Salah satu Kegiatan HPSN 2022 adalahkegiatan edukasi berupa Sedekah Sampah yang bernilai Ekonomi, Sosialisasi terkait Pengelolaan Sampah dan Pendampingan Fasilitasi terkait Pengelolaan Sampah serta Aksi Bersih – bersih Sampah di seluruh kabupaten/kota SeKaltim” ujar Rizal.

 

“Dimana kegiatan yang telah berlangsung sejak tanggal 7 hingga 10 Februari ini merupakan hasil kolaborasi beberapa perguruan tinggi di Kota Samarinda dan juga  melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Kalimantan Timur serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur” lanjutnya.

 

Diungkapkan oleh Rizal, bahwa pandemi ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi.

 

“Kami akui bahwa wabah Covid 19 yang belum kunjung usai ini m erupakan sebuah tantangan yang harus kita hadapi bersama, namun kami menyadari bahwa menjaga Lingkungan Hidup merupakan tanggung jawab hyang tetap harus dijalankan, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya” tegas Rizal.

 

Dalam hal pengurangan emisi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengejawantahkan pada pelaksanaan REDD++ terutama pada sektor perkebunan melalui pengelolaan area bernilai konservasi tinggi.

 

“Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Berau telah menetapkan Peta Indikatif Perlindungan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi pada areal perkebunan di Kabupaten Berau seluas 83.000 hektar, dan mengintegrasikannya ke dalam sistem perizinan perkebunan di Kabupaten tersebut,” papar Rizal, inisiatif serupa juga dilakukan di kabupaten lainnya di Kalimantan Timur, termasuk kegiatan untuk melindungi hutan di luar kawasan hutan negara.

 

Program pengurangan emisi telah membawa perbaikan terutama terhadap tata kelola hutan dan lahan provinsi. Dan Rizal yakin bahwa hal ini  membawa pada kehidupan dan komitmen yang lebih baik untuk provinsi ini di masa depan.

 

Kemudian, isu perubahan iklim telah menjadi perhatian banyak pihak baik di tingkat internasional, regional, nasional dan lokal, juga berbagai kejadian terkait dengan kondisi iklim yang tidak menentu seperti banjir, kekeringan, longsor, gelombang tinggi, dan peningkatan muka air laut semakin sering terjadi dengan intensitas yang semakin meningkat, sehingga menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi dan ekologi.

 

“Untuk  itu, maka Pemerintah Provinsi kalimantan Timur melaksanakan aksi nyata melalui Program Kampung Iklim (Proklim) di tingkat lokal yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim” jelas Rizal.

 

“Aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan strategi pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim, yang perlu terus dikembangkan dan diperkuat pelaksanaannya”

 

Diakhir kesempatannya, beliau berpesan bahwa sampah merupakan tanggung jawab  bersama, “Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab kita bersama yang melekat pada semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat maupun perorangan, dan pemerintah selalu siap bersinergi mengenai pengelolaan sampah ini yang bersumber dari segala tempat seperti industri, rumah tangga dan berbagai aktivitas manusia lainnya”

 

(PPID DLH Prov. Kaltim)


Leave a Reply