Peningkatan Kapasitas Program Kampung Iklim Tahun 2022

Peningkatan Kapasitas Program Kampung Iklim Tahun 2022

Category : Uncategorized

 

BALIKPAPAN – Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

 

Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim, dimana di dalamnya terkandung komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan kategori Proklim. Dalam peraturan menteri tersebut juga disinggung bahwa ProKlim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

 

Bertempat di Swissbell Hotel Balikpapan(16/02), secara daring dan luring  Dinas Lingkungan Hidup Povinsi menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Program Kampung Iklim Tahun 2022 dengan menghadirkan dua Narasumber yaitu Tri Setiawan, S. Hut, M. Ec. Dev, M. A selaku Kepala Seksi Perubahan Iklim Balai PPIKHL Wil. Kalimantan, dan Restu Dwi Atmoko, S.Hut  selaku Pengendali Ekosistem Hutan pada seksi Perubahan Iklim Balai PPIKHL Wil. Kalimantan.

 

Hadir membuka kegiatan mewakili Kepala Dinas, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Rudiansyah mengatakan bahwa isu perubahan iklim telah menjadi perhatian banyak pihak baik di tingkat internasional, regional, nasional dan lokal, juga berbagai kejadian terkait dengan kondisi iklim yang tidak menentu seperti banjir, kekeringan, longsor, gelombang tinggi, dan peningkatan muka air laut semakin sering terjadi dengan intensitas yang semakin meningkat, sehingga menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi dan ekologi.

 

“kondisi tersebut perlu disikapi dengan memperkuat aksi nyata di tingkat lokal yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim” ujar Rudiansyah.

 

“Aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan strategi pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim, yang perlu terus dikembangkan dan diperkuat pelaksanaannya” lanjutnya

 

Program Kampung Iklim  menghimpun kegiatan- kegiatan yang dapat mengurangi emisi GRK salah satunya melalui upaya kelola sampah. Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan langkah strategis pemerintah dalam membumikan isu global perubahan iklim menjadi aksi bersama di tingkat tapak..

 

Aksi mitigasi iklim melalui kegiatan kelola sampah akan terus dikembangkan dengan memaksimalkan potensi yang ada, bantuan teknologi, gaya hidup minim sampah dengan fokus pada kegiatan 3R yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui ekonomi sirkular. Proklim merupakan upaya nyata peningkatan kualitas ketahanan terhadap perubahan iklim dan penurunan emisi GRK dari lingkup lingkungan terkecil,  sesuai dengan tema hari peduli sampah nasional tahun 2022 yaitu “kelola sampah kurangi emisi bangun Proklim”

 

Dipaparkan oleh Rudiansyah, jumlah lokasi Proklim tahun 2021 lalu yang tercatat melalui SRN-PPI mencapai 608 lokasi yang berasal dari 32 Provinsi,  dari jumlah tersebut, lokasi yang menerima penghargaan trophy Proklim sebanyak 61 lokasi yang terdiri dari 7 lokasi penerima trophy Proklim Lestari dan 54 lokasi penerima trophy Proklim Utama.

 

“Kalimantan Timur  pada tahun 2021 lalu menerima penghargaan Proklim Pratama sebanyak 2 lokasi, Proklim Madya sebanyak 11 lokasi, Proklim Utama sebanyak 6 lokasi Dan Proklim Utama sekaligus tropy sebanyak 3 lokasi” ujarnya.

 

“Selain itu pada tahun 2021 lalu, Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan juga memberikan apresiasi kepada 7 Pemerintah Provinsi, 31 Pemerintah Kabupaten/Kota dan 9 perusahaan yang telah mendaftarkan kegiatan pembinaan dan dukungannya dalam pelaksanaan Proklim., dan dengan rasa bangga salah satu penerima penghargaan apresiasi tersebut diberikan kepada Pemerintah Kalimantan Timur dan pemerintah kab. Paser” tuturnya pula.

 

Di akhir kesempatanya, beliau kembali mengingatkan bahwa Program Kampung Iklim bisa bersinergi dengan program Adiwiyata, Kalpataru, dan Masyarakat Hukum Adat (MHA).

 

Mengutip arahan ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup 5 juni 2021,  bahwa Program Kampung Iklim untuk memenuhi 20.000 kampung dalam 3 tahun ke depan, bisa dirintis melalui sekolah Adiwiyata. Dimana sekolah Adiwiyata menjadi perintis dari program Kampung Iklim di lokasinya, demikian pula program Masyarakat Hukum Adat (MHA) bagaimana mereka mempertahankan dan melestarikan budaya melalui kearifan lokal yang ada.

 

“Selain itu MHA juga dapat bersinergi dengan kegiatan Kalpataru, dimana di lokasi MHA mempunyai tokoh lingkungan baik perorangan mapun individu yang telah  berkontribusi dalam menjaga lingkungannya, sehingga pemerintah memberikan penghargaan sebagai tokoh lingkungan (Kalpataru)” pungkas beliau.

 

(PPID DLH Prov. Kaltim)


Leave a Reply