Study Pengembangan Sistem Aplikasi Terintegrasi Lingkungan Hidup

Study Pengembangan Sistem Aplikasi Terintegrasi Lingkungan Hidup

Category : Uncategorized

MEDAN – “Kami akan menggali informasi bagaimana terbangunnya SPBE (Sistem Pelaporan Sistem Elektronik) milik DLH Prov.Sumut dan juga pengalaman terbentuknya beberapa UPTD yang ada di DLH Prov.Sumut” demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Drs.Ayi Hikmat, M.Si disela kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (12/11).

Didampingi oleh Kabid Pengendalian dan Pencemaran DLH Prov. Kaltim Ir.Zaratustra Rahmi,M.Si  serta pejabat dan staf lainnya kunjungan kali ini dalam rangka koordinasi guna mendapatkan informasi terkait Sistem Informasi Pengelolaan Lingkungan Terintegrasi  dan Pengelolaan UPTD di DLH Sumut.

“Seperti diketahui, DLH Kaltim telah mengembangkan sebuah aplikasi lingkungan hidup bernama SPARKLING, yaitu layanan yang memberikan kemudahan bagi pengguna layanan penyelenggaraan  perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Timur, dan kunjungan kali ini merupakan salah satu tindak lanjut atas pengembangannya lebih lanjut” ujar Amy sapaan akrabKabid Pengendalian Pencemaran DLH Kaltim tersebut.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tim diterima oleh Drs. Sugiatno,MM Sekretaris DLH Prov.Sumut, dengan hangat beliau menjawab pertanyaan Ayi Hikmat, “Sistem Pelaporan Berbasis Elektronik (SPBE) Lingkungan Hidup di Sumatera Utara dibangun dengan melibatkan pihak ketiga, dengan sistem yang telah teintegrasi antara lain Si Raja Limbah LH, E-Pos Pengaduan LH, Sistem Informasi Persampahan Sumatera Utara dan Informasi Kualitas LH” ujar beliau.

Dijelaskan pula bahwa saat ini DLH Prov.Sumut telah memiliki Sistem Pengelolaan Lingkungan yang telah terintegrasi dan memiliki 4 UPTD yaitu (UPTD Laboratorium Lingkungan, UPTD Pengelolaan Limbah Cair Domestik, UPTD Pengelolaan Persampahan dan UPTD Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba).

Menurut Sugiatno, keberadaan UPTD sangat dibutuhkan dalam pengelolaan lingkungan namun belum semua pihak yang memberikan dukungan sehingga ada kemungkinan UPTD tersebut dibubarkan.

Menutup penjelasannya Sugiatno menyarankan untuk berkunjung ke Danau Toba dan Geopark Nasional Kaldera Toba di Desa Sigulatti, Kabupaten Samosir.

Di akhir pertemuan, Ayi Hikmat menghaturkan terima kasih atas diterimanya tim dengan sangat baik oleh tuan rumah, “Alhamdulillah dan terima kasih kami ucapkan, banyak informasi yang berharga telah kami dapatkan yang tentunya akan diaplikasikan di Kalimantan Timur”  tutup Ayi Hikmat diakhir kunjungannya.

(PPID DLH Prov. Kaltim)


Leave a Reply