Pembangunan dengan Tetap Memperhatikan Aspek Lingkungan Hidup

Pembangunan dengan Tetap Memperhatikan Aspek Lingkungan Hidup

Category : Uncategorized

 

SAMARINDA – TVRI Kalimantan Timur menggelar talkshow dengan tema Menyeimbangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup di Provinsi Kalimantan Timur  dengan menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur E.A. Rafiddin Rizal sebagai salah seorang narasumber (20/06).

 

Diketahui bahwa beberapa tahun terakhir, pembangunan di Kalimantan Timur cukup signifikan yang tentunya berdampak pada kualitas lingkungan hidupnya. Hal ini tentunya cukup menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur.

 

Dikatakan oleh Rizal bahwa secara umum kondisi di Kalimantan Timur berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) masih baik, “IKLH ini merupakan metode untuk mengetahui indikasi awal dan memberikan kesimpulan cepat tentang kondisi atau mutu lingkungan hidup pada satu periode tertentu” tutur Rizal.

 

IKLH Kalimantan Timur untuk tahun 2021 berada pada posisi 75,05, “Ini masih dalam kategori baik, dimana kategori baik itu berkisar dari angka 70 sampai dengan 89” lanjutnya. Dimana nilai ini merupakan akumulasi dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.

 

“Namun dari keempat Indeks Kualias tersebut, untuk Indeks Kualitas Air memang berada dibawah standar” lanjutnya.

 

Disampaikan oleh beliau, permasalahan yang terjadi dikarenakan di beberapa bagian sungai terjadi kegiatan illegal seperti pembalakan hutan dan sebagainya yang akhirnya mempengaruhi kualitas air sungai disekitarnya terutama terkait dengan kandungan Total Suspended Solid (TSS), yaitu kandungan tanah atau pasir yang terlarut dalam air.

 

Dalam hal pembangunan dengan tetap menjaga aspek lingkungan hidup, beliau menegaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur selalu menekankan kepada pemrakarsa kegiatan pembangunan bahwa dampak negatif yang dihasilkan harus bisa diminimalisir sekecil mungkin, dimana harus dimunculkan semaksimal mungkin dampak positif dari keberadaan pembangunan tersebut.

 

“Tujuannya adalah, dengan adanya pembangunan tersebut, dampak positifnya akan lebih besar daripada dampak negatifnya” pungkasnya.

 

(PPID DLH Prov. Kaltim)


Leave a Reply