Refleksi Peringatan Hari Bumi di Tengah Pandemi

Refleksi Peringatan Hari Bumi di Tengah Pandemi

Category : Uncategorized

Masa Pandemi Covid-19 ini membuat seluruh sisi kehidupan bergerak tidak pada  jalurnya, berimbas pada kegiatan multi sektoral mulai dari sektor ekonomi,  konstruksi, transportasi, serta industri manufaktur, sektor pendidikan hingga menjangkau  kehidupan sosial masyarakat tidak luput terkena dampaknya.

Namun ternyata dibalik itu semua, terdapat hikmah dari merebaknya wabah ini, yakni terjadinya perbaikan kondisi bumi dikarenakan berkurangnya  emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh mesin-mesin  industri dan dan gas buang dari sektor transportasi. Seperti yang dilaporkan oleh Jurnal Nature bahwa saat ini lubang ozone bumi mulai tertutupi, hal ini merupakan pertanda bahwa bumi sedang memperbaiki diri.

Rupanya pandemi Covid-19 ini benar-benar mempengaruhi bumi secara global. Dimana bumi yang sebelumnya hyperaktif bekerja dengan berbagai kegiatan manusia tiba-tiba harus istirahat dikarenakan lockdown, social distancing serta physical distancing.

Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini, maka perbaikan kondisi bumi ini merupakan pertanda yang baik dan harus terus diupayakan. Seperti halnya yang berlaku di Indonesia, dalam masa work from home dan school from home seperti sekarang, kita tetap bisa memberikan kontribusi positif dalam memperingati Hari Bumi 2020 dengan beberapa cara sebagai berikut :

1. Taman tanaman di rumah

Pohon berguna untuk memberikan oksigen dan udara bersih untuk manusia. Ia juga bisa dijadikan sumber makanan sekaligus memerangi perubahan iklim. Jadi, menanam pohon di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga bumi kita.

Anda bisa memulainya dengan memelihara tanaman hias atau tanaman-tanaman kecil di pot yang benihnya banyak tersedia dan bisa dibeli secara online. Menanam pohon juga bisa menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga terutama anak, agar ia tidak bosan selama harus berdiam diri di rumah.

Kita juga bisa menanam sayuran seperti bayam, kangkung, sawi dan sejenisnya dengan metode hidroponik jika memungkinkan untuk dilakukan.

2. Pelihara ikan di rumah

Memelihara ikan di rumah dapat dilakukan dengan memanfaatkan bagian kecil pada halaman rumah atau tempat lain yang memungkinkan. Memelihara ikan ini dapat disesuaikan dengan jenis ikan yang disukai dan kondisi kolam pelihara. Selain dapat menghilangkan jenuh dengan memberi makan ikan dapat pula menghemat pengeluaran untuk membeli ikan di pasar.

3. Memanen air hujan

Kegiatan memanen air hujan bertujuan untuk mengumpulkan air hujan agar dapat digunakan untuk aktifitas mandi dan cuci di rumah. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membuat lokalisir air dari cucuran atap rumah yang selanjutnya di tampung dalam penampungan air ataupun kolam. Dengan memanen air hujan kita dapat mengurangi beban air larian yang langsung masuk kebadan air, selain itu air yang kita gunakan dari kegiatan ini dapat menekan pengeluaran untuk membayar PDAM.

4. Kurangi emisi karbon dengan perbanyak makan sayur

Mengapa makan sayur dapat mengurangi emisi karbon? hal ini disebabkan karena dengan makan sayur kita memotong satu siklus rantai makanan jika dibandingkan dengan makan daging. Dengan makan sayur juga akan lebih sehat dan membuat tubuh lebih segar.

 

5. Memilah dan mengelola sampah dirumah

Permasalahan utama dalam pengelolaan sampah adalah pada saat sampah dihasilkan. Jika kita mampu untuk memilah dan mengolah sampah di rumah atau pada saat dihasilkan maka kita tidak perlu buang sampah. Sampah organik bisa kita ubah menjadi kompos dengan membuat lubang biopori besar di halaman rumah dan berfungsi juga untuk resapan air hujan.

Sampah plastik masih dapat bernilai ekonomis dan dapat digunakan kembali sebagai bahan daur ulang atau membuat kreasi berupa hasta karya yang mungkin dapat memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Sampah plastik masih dapat bernilai ekonomis dan dapat digunakan kembali sebagai bahan daur ulang atau membuat kreasi berupa hasta karya yang mungkin dapat memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

6. Hemat listrik

Menghemat penggunaan listrik selain bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, juga perlu dilakukan untuk menjaga bumi. Dengan mengurangi penggunaan energi listrik, maka emisi yang dihasilkan oleh pembangkit  energi listrik bisa dikurangi, kita bisa mulai dengan mencabut kabel listrik yang tidak digunakan dan mematikan lampu di siang hari.

Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan menggunakan energi baru terbarukan. Untuk di rumah kita dapat memasang solar panel, namun investasi awal relatif mahal, namun dapat memangkas biaya bulanan hingga 40%.

Selain langkah-langkah di atas, salah satu yang paling berpengaruh untuk menjaga kesehatan lingkungan adalah dengan mengurangi polusi dan membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Namun berhubung saat ini sedang diberlakukan larangan untuk bepergian, maka polusi di kota-kota besar di dunia pun mulai bekurang.

(dlh)


Leave a Reply