Daily Archives: 03/16/2020

Bimbingan Teknis Pembinaan dan Penilaian Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020

Category : Uncategorized

Balikpapan – Kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan dan Penilaian Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020 di selenggarakan di Hotel Menarah Bahtera Balikapapan.

Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan PBLHS. Kader Adiwiyata adalah peserta didik sekolah yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah dan dibina untuk berperan aktif dan menggerakkan warga sekolah dan warga sekitarnya dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Dikemukakan oleh Kepala Bidang Penataan, Penanganan Pengaduan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Prov. Kaltim – Ir. H. Syahrir : “Dalam rangka pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, perlu menjaga keberadaan sumber daya alam secara berkesinambungan baik kualitas maupun kuantitasnya. salah satu bentuk pelaksanaan pembangunan yang bewawasan lingkungan adalah Peningkatan Program Adiwiyata, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan untuk terlaksanannya program tersebut, perlu dibentuk Tim Pembina dan Tim Penilai Adiwiyata. Dalam melaksanakan tugasnya Tim tersebut harus senantiasa berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bertanggungjawab kepada Gubernur Kalimantan Timur.”

”Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bekal baik untuk tim pembina dan penilai sekolah Adiwiyata dalam pelaksanaan tugas untuk melakukan pembinaan dan penilaian sekolah Adiwiyata. Berkembangnya aturan terbaru dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Gerakan Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Hidup Di Sekolah dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Penghargaan Adiwiyata tentunya menuntut tim/personil pembina dan penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur hingga seluruh tim/personil pembinan dan penilai dari Dinas Lingkungan hidup Kabupaten / Kota Se – Kalimantan Timur untuk mengkaji kembali bentuk pembinaan dan penilaian yang akan dilakukan.” Lanjut beliau.

Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh Tim Pembina sekaligus Penilai Program Adiwiyata baik dari DLH Prov. Kaltim yang akan terjun langsung ke Kabupaten/Kota Se-Kaltim guna melakukan pembinaan dan penilaian tingkatan Adiwiyata Provinsi, lalu sebagi pendamping penilaian yang dilaksanakan oleh KLHK RI untuk tingkatan Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Kegiatan ini tentunya juga di ikuti oleh DLH Kabupaten/Kota Se-Kaltim berkerjasama dengan Disdikbud baik Provinsi maupun kabupaten/kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kaltim dari sisi pendidikan yang nantinya akan membantu secara langsung dalam pelaksaan pembinaan dan penilaian Program Adiwiyata.

Adapun narasumber dari kegiatan ini yakni Tim Pembina Adiwiyata Nasional KLHK RI, yang menerangkan dan menjelaskan apa saja yang perlu dan menjadi kriteria dalam pembinaan dan penilaian Adiwiyata di Sekolah. DLH Prov. Kaltim juga menghadirkan narasumber yakni Kepala Bidang Penataan, Penanganan Pengaduan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Kepala seksi Inventarisasi, PPLH dan KLHS Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur yang menjelaskan secara langsung mengenai kegiatan dan proses pembinaan di sekolah.

Diharapkan dengan diadakannya Bimbingan Teknis Pembinaan dan Penilaian Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020 ini, seluruh tim/personil baik pembina hingga penilai sekolah Adiwiyata lebih memahami aturan dan teknis pelaksanaan penilaian sekolah Adiwiyata dan tentunya melalui kegiatan tersebut agar dapat menambah pengetahuan serta wawasan seluruh peserta kegiatan mengenai peraturan terbaru, bentuk pembinaan dan penilaia sekolah Adiwiyata yang kedepannya, tentunya sebagai penunjang keberhasilan sekolah Adiwiyata untuk diajukan ke tinggkat yang lebih tinggi (nasional dan mandiri) dan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata.

(dlh)


Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Gelar Forum Dialog Adiwiyata Provinsi Kaltim Tahun 2020

Category : Uncategorized

Balikpapan – Forum Dialog Adiwiyata Kaltim diselenggarakan Rabu (11/3), di Hotel Menara Bahtera Balikpapan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan (Puslatmas PGL) beserta Tim Pembina Adiwiyata Nasional/Mandiri KLHK RI, serta peserta yakni para Kepala DLH kabupaten/kota, Kepala Disdikbud baik Provinsi maupun kabupaten/kota, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kaltim dan para kepala sekolah adiwiyata Kaltim.

Pertumbuhan sekolah yang melaksanakan Program Adiwiyata di Provinsi Kalimantan Timur cukup pesat. Sejak tahun 2012 sampai 2019 lalu, tercatat ada 702 Sekolah Adiwiyata di Kaltim.

Ini dikemukakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, E. A Rafiddin Rizal ST, M.Si. Dari jumlah tersebut, banyak pula yang telah meraih prestasi pada kategori Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Adiwiyata Nasional, Sekolah Adiwiyata Provinsi, dan Sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota (lihat box data).

Beliau menyampaikan “Berdasarkan wilayah penyebaran, sebanyak 702 Sekolah Adiwiyata  di Kaltim tersebar di Kota Balikpapan  249 sekolah, Kabupaten Kutai Timur 87 sekolah, Kabupaten Paser 84 sekolah, Kota Bontang 47 sekolah, Kota Samarinda 84 sekolah, Kabupaten Kutai Kartanegara 71 sekolah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 30 sekolah, Kabupaten Berau 31 sekolah, dan Kabupaten Kutai Barat 19 sekolah.”

Meski begitu, lanjut Kepala DLH Prov. Kaltim “Bila dibandingkan dengan jumlah sekolah di Provinsi Kaltim sebanyak 3.040 sekolah, maka pencapaian Sekolah Adiwiyata masih kecil hanya 23,26 persen. “Perlu ditingkatkan lagi agar semua sekolah di Kaltim melaksanakan program Adiwiyata. Untuk itulah dilaksanakan Forum Dialog Adiwiyata ini dan diharapkan mendorong kabupaten/kota meningkatkan jumlah sekolah yang mengikuti program Adiwiyata.”

Diharapkan dari program sekolah Adiwiyata ini, dapat dihasilkan anak-anak didik yang berkarakter, peduli, dan berbudaya lingkungan, serta berprestasi secara akademik sehingga akan terwujud generasi yang unggul untuk Indonesia maju. “Karena program Adiwiyata juga merupakan upaya mewujudkan pelajar yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang, berhati mulia, mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan, sosial dan ekonomi dalam setiap keputusan, serta menjadi penyelamat lingkungan hidup. Sebab, Program Adiwiyata merupakan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang bertujuan mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan” tutup beliau.

(dlh)